Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

DONGENG PARIWISATA: AVATAR TERINSPIRASI DARI LABUHAN BAJO

Dongeng Pariwisata

DONGENG PARIWISATA: AVATAR TERINSPIRASI DARI LABUHAN BAJO

Banyak orang Indonesia menonton Avatar sambil bergumam, “Loh, ini kok kayak kampung Bajo ya?” Bukan tanpa alasan- Suku Bajo sudah sejak lama hidup di atas laut, rumahnya berdiri di air, napasnya panjang, dan hubungannya dengan alam lebih akrab daripada sinyal Wi-Fi. Mereka menyelam tanpa alat canggih, makan dari laut, dan menjaga laut seperti keluarga sendiri.

Lalu muncullah suku Metkayina di Avatar: The Way of Water: hidup di laut, jago berenang, sangat spiritual, dan kalau merusak alam langsung kena karma satu planet. Mirip? Lumayan. Bedanya, orang Bajo tidak biru dan tidak punya ekor, tapi sama-sama paham bahwa laut bukan cuma tempat cari makan, melainkan tempat hidup yang harus dihormati.

Memang James Cameron  pernah bilang di National Geographic, “Ini terinspirasi dari suku bajo di Indonesia,”. Indonesia memang sudah Avatar duluan—hidup selaras dengan alam sebelum itu jadi efek CGI. Pesannya jelas: kalau orang Pandora saja menjaga lautnya mati-matian, masa kita yang punya laut sungguhan malah marusaknya?

GIO