Desi Sirin: Wartawan Padang yang Berhasil Menjadikan Reuni SSEAYP sebagai Breaking News Ulang Tahunnya
Reuni SSEAYP Bali 2015 sebenarnya sudah berjalan sesuai jadwal. Semua peserta sibuk bernostalgia, tertawa, dan saling bertukar cerita setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Namun, tiba-tiba suasana berubah ketika sebuah kue ulang tahun muncul di tengah acara.
Target operasinya adalah Desi Sirin, PY wakil dari Padang yang saat itu juga dikenal sebagai wartawan lokal.
Begitu kue dibawa mendekat, Desi langsung terlihat terkejut.
“Ini untuk siapa?” tanyanya.
Semua peserta serempak menjawab, “Untuk wartawan yang paling sibuk mencatat berita, tapi lupa mencatat tanggal ulang tahunnya sendiri!”
Tawa langsung pecah.
Sebagai wartawan, Desi memang terkenal selalu ingin tahu. Namun malam itu justru dia yang menjadi berita utama.
Dengan naluri jurnalistiknya, Desi sempat bertanya, “Siapa narasumber yang membocorkan informasi ini?”
Seseorang menjawab, “Sumber kami terpercaya dan dilindungi undang-undang pers.”
Gelak tawa kembali memenuhi ruangan.
Saat lilin dinyalakan, Desi bersiap meniup. Namun teman-temannya berteriak, “Tunggu! Sebagai wartawan, sebelum meniup lilin harus ada konferensi pers dulu!”
Desi pun tertawa sambil berpura-pura memberikan pernyataan resmi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh PY ASEAN-Jepang yang telah berhasil membuat saya menjadi headline malam ini.”
Setelah lilin padam dan kue dipotong, semua sepakat bahwa malam itu adalah satu-satunya kesempatan ketika Desi tidak meliput berita, melainkan menjadi berita itu sendiri.
=======-
Desi Sirin: The Journalist from Padang Who Turned an SSEAYP Reunion into Her Own Breaking News
The 2015 SSEAYP Reunion in Bali was going exactly as planned. Participants were sharing memories, laughing together, and catching up after many years apart. Then suddenly, the atmosphere changed when a birthday cake appeared in the middle of the event.
The target of the surprise was Desi Sirin, the SSEAYP participant from Padang who was also working as a local journalist at the time.
As the cake approached, Desi looked completely surprised.
“Who is this for?” she asked.
The entire room replied in unison, “For the journalist who is always busy recording everyone else’s news but forgot to record her own birthday!”
The room erupted with laughter.
As a journalist, Desi was famous for always asking questions. But that night, she became the main story herself.
Following her journalistic instincts, she immediately asked, “Who leaked this information?”
Someone quickly replied, “Our source is reliable and protected by press law.”
The laughter became even louder.
When the candles were lit, Desi prepared to blow them out. Suddenly her friends shouted, “Wait! As a journalist, you must hold a press conference before blowing out the candles!”
Laughing, Desi pretended to give an official statement.
“I would like to thank all ASEAN-Japan PYs for successfully making me tonight’s headline story.”
After the candles were blown out and the cake was shared, everyone agreed that this was the only night when Desi was not covering the news—she was the news.










