Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

CATATAN PY 2018: CABIN 110 (02)

JERRY - IPY 2018 - BERSAMBUNG

CATATAN PY 2018: CABIN 110 (02)

Port of Call, atau Negara tempat persinggahan pertama adalah Brunei Darussalam, negara asal Nabili. kami menikmati 5 hari total Country Program selama di Brunei, dan di dalamnya kami menikmati 3 hari bersama keluarga angkat. Di akhir hari ke 5, kami kembali ke Nippon Maru untuk berlayar ke Port of Call berikutnya, Manila – Filipina.

Di dalam kabin, Nabili mengeluarkan seperangkat Nintendo Switch yang bisa kami mainkan selama free time di atas kapal, biasanya sehari setelah lepas sauh dari Port of Call. Kami bermain berbagai permainan dalam waktu senggang kami, seperti BombermanDragon Balls dan Super Mario Kart. Kami bertiga akan bertanding satu dengan yang lain.

Tidak berapa lama berselang, saya mulai melihat perubahan dalam diri Nabili. Ia mengalami batuk yang cukup parah dan kadang tidak tertidur sampai dini hari. Saya memperhatikan dia dari kasur atas, lalu saya turun mengecek keadaannya.

“Saya bisa bantu ambilkan air panas kalau kamu mau,” kata saya sambil menggunakan jaket dan bersiap keluar kabin. Masih sambil terbatuk ia menggeleng tanda tidak setuju.

“Tidak usah,” ia mengerjapkan matanya, “obat saya tertinggal di rumah. ketika kita sampai di Port of Call berikut, saya akan memberi kabar kepada keluarga saya.”

Lepas dari Pelabuhan Manila, peserta dari Filipina mengadakan kontes menyanyi “The Voice of Nippon Maru”. Nabili mengetahui ini dan ia menyuruh saya mendaftar.
You gonna kill the show, man…” Nabili meyakinkanku untuk ikut dalam lomba tersebut. Dia berjalan mondar-mandir dalam kabin sambil menggambarkan bagaimana perempuan-perempuan akan terpukau (sejak saat itu dia selalu menyapa saya dengan panggilan ‘Jerry so hot’.) Dia memberi formulir pendaftaran ke saya untuk saya isi.
It would be awesome, bro…” Kaung tidak mau ketinggalan memberiku semangat.
Okay brothers, chill… I’m doing it for us…” Saya mengisi form pendaftaran lomba dan menandatanganinya, “I’m doing it for Cabin 110.” Kami bertiga bersorak dan mereka membantu saya untuk bersiap mengikuti lomba.
Lomba berakhir malam itu dan saya keluar sebagai juara kedua setelah menyanyikan lagu “When We Were Young” dari Adele.

Beberapa hari sebelum kami tiba di Port of Call Bangkok – Thailand, saya menunjukkan koleksi foto keluarga saya kepada Nabili, dan kami saling bercerita tentang keluarga kami masing-masing, betapa kami sama-sama bangga kepada ayah dan ibu kami, dan betapa kami ingin membanggakan mereka. Saya merangkak naik ke kasur saya ketika Kaung masuk ke dalam kabin malam itu. Kami bertukar cerita hingga akhirnya Nabili mulai bercerita tentang dirinya sendiri secara mendalam. Keterbukaannya membuat saya dan Kaung juga membuka diri dan saling berbagi tentang harapan maupun ketakutan terhadap masa depan.

BERSAMBUNG