Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

CATATAN PERJALANAN: RUMAH MODE, TEMPAT DI MANA TAS BISA BERANAK PINAK

Explore Nusantara

CATATAN PERJALANAN: RUMAH MODE, TEMPAT DI MANA TAS BISA BERANAK PINAK

Kalau Bandung punya tempat yang bisa menguji kekuatan iman seseorang terhadap godaan belanja, salah satu kandidat terkuatnya adalah Rumah Mode.

Rumah Mode bukan sekadar tempat berbelanja. Kawasan ini sudah seperti laboratorium godaan konsumen. Puluhan counter menawarkan pakaian, kemasan, sepatu, tas, aksesori, hingga berbagai pilihan makanan dan restoran yang membuat pengunjung sulit menentukan: mau belanja dulu atau makan dulu?

Begitu memasuki kawasan Rumah Mode, masalah sebenarnya dimulai.

Awalnya kita hanya berkata, “Kita lihat-lihat saja.”

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi biasanya merupakan awal dari sebuah bencana keuangan kecil.

Mata mulai melihat pakaian bagus. Kemudian menemukan sepatu. Lalu ada tas. Setelah itu ada barang branded dengan harga yang terasa sangat bersahabat dengan dompet.

Di sinilah muncul istilah yang sangat cocok: “harga NKRI.”

Barangnya terlihat branded, tetapi harganya masih membuat kita berkata, “Wah, boleh juga!”

Masalahnya bukan ketika membeli satu barang.

Masalahnya adalah ketika kita mulai berkata:

“Yang ini terakhir.”

Lima menit kemudian:

“Ya sudah, yang itu juga.”

Lima menit berikutnya:

“Ini buat oleh-oleh.”

Dan akhirnya:

“Sekalian saja, mumpung di Bandung.”

Yang lebih berbahaya adalah keberadaan berbagai restoran dan tempat makan di dalam kawasan. Setelah lelah berkeliling, perut mulai berbicara. Akhirnya makan. Setelah makan, energi kembali. Dan setelah energi kembali, belanja lagi!

Maka jangan heran kalau seseorang berangkat ke Bandung dengan satu tas dan satu koper, tetapi pulangnya membawa dua tas, satu koper tambahan, dan berbagai kantong belanja yang tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Rumah Mode memang punya daya tarik luar biasa. Tempat ini mempertemukan wisata belanja, kuliner, rekreasi, dan pengalaman berburu barang dalam satu kawasan.

Kesimpulannya sederhana:

Kalau datang ke Rumah Mode, jangan hanya membawa uang. Bawa juga pengendalian diri.

Karena kalau tidak, bukan hanya barang yang bertambah.

Tas dan koper pun bisa pulang dari Bandung dalam keadaan sudah “beranak pinak”.

Dan itulah salah satu kenangan paling lucu dari perjalanan ke Bandung: berangkat untuk jalan-jalan, pulang membawa hasil belanja yang bahkan tidak pernah masuk daftar rencana perjalanan.

=======-

TRAVEL NOTES: RUMAH MODE — WHERE SHOPPING BAGS SEEM TO MULTIPLY

If Bandung has a place capable of testing a person’s self-control when it comes to shopping, Rumah Mode is certainly one of the strongest candidates.

Rumah Mode is not merely a shopping destination. It is more like a laboratory designed to test consumer temptation. Dozens of outlets offer clothing, shoes, bags, accessories, packaged goods, and various restaurants that can leave visitors wondering:

“Should we shop first or eat first?”

The real problem begins the moment you enter Rumah Mode.

At first, we simply say:

“We’re just going to look around.”

It sounds harmless, but that sentence is often the beginning of a small financial disaster.

Your eyes start noticing attractive clothes. Then you find a pair of shoes. Then there is a beautiful bag. And suddenly, there are branded-looking products with prices that feel surprisingly friendly to your wallet.

This is where the phrase “NKRI prices” comes to mind—a playful Indonesian expression suggesting that the products may look branded, while the prices still feel affordable enough for ordinary Indonesians.

The problem is not buying one item.

The problem begins when you say:

“This is the last one.”

Five minutes later:

“Well, that one too.”

Another five minutes:

“This one is for a souvenir.”

And eventually:

“Come on, we’re already in Bandung!”

Even more dangerous are the many restaurants and food outlets within the complex. After walking around for a while, hunger starts talking. So, we eat. After eating, our energy returns.

And what happens when our energy returns?

We go shopping again!

So, don’t be surprised if someone arrives in Bandung with one bag and one suitcase but goes home carrying two bags, an extra suitcase, and several shopping bags that were never part of the original travel plan.

Rumah Mode has a remarkable appeal. It combines shopping, culinary experiences, recreation, and the excitement of hunting for good deals in one destination.

The conclusion is simple:

If you visit Rumah Mode, don’t bring only money. Bring self-control too.

Otherwise, it won’t be just the shopping that increases.

Your bags and suitcases may return from Bandung having multiplied into an entirely new family.

And that is perhaps one of the funniest memories of traveling to Bandung:

You leave home planning to enjoy a holiday, and come back carrying shopping bags filled with things that were never on your original itinerary.