Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

CASH FLOW OWNER BERANTAKAN, HOTEL DITUTUP?

Essay Pariwisata

CASH FLOW OWNER BERANTAKAN, HOTEL DITUTUP?

“Pak, saya pemilik hotel kecil 25 kamar dengan 15 karyawan. Bagaimana menjadi owner yg baik. Hotel saya tutup mulai 1 Oktober, saya hanya sanggup memberi gaji Oktober saja. Setelah financial saya normal, mereka akan saya panggil lagi. Saya merasa berdosa Pak. Tapi saya harus ambil sikap dimana mereka sedang susah dan sayapun juga sedang kelimpungan saat ini,” tulis pemilik hotel Melati.

Nasi sdh menjadi bubur, Mas. Tidak perlu ditangisi. Sekarang bagaimana menjadikan bubur itu sebagai bubur terenak dan terlaris, itu philosofinya.

Anggap April baru dibuka kembali. cari market yang cash, atau captive tapi pasti bayarnya. Uang masuk, jangan diganggu. Pada waktu gajian, Andapun harus menerima gaji.

Sisanya, masukkan ke Deposito. Pergunakan hanya 2/3 utk kebutuhan operasional dan pengembangan, 1/3 tetap disimpan dalam Deposito. Jadikan ini sebagai dana CONTIGENCY apabila dibutuhkan. Atau untuk membeli tanah dan membuat hotel lagi apabila suatu saat sudah cukup. Jangan pernah berhutang.

Disinilah cash flow Anda solid. Sehingga apabila menghadapi musim paceklik ataupun pagebluk, Anda masih tetap bisa menghidupi karyawan.

Intinya, jadikan mereka sebagai aset, bukan sebagai cost. Sehingga pola fikir Anda akan menjadikan mereka sebagai keluarga besar yang hidup bersama Anda.

Berminat jadi pengusaha besar? Gambatte o kudasai !

TIM