BTS — Mc.D COLABORATION
Alkisah, setelah era revolusi industri di abad ke-19, peradaban manusia bergeser ke era konsumsi pada abad berikutnya. “Mode of production tergantikan oleh mode of consumption,” begitu kata Jean Baudrillard, sosiolog dan filsuf Perancis.
Kehidupan manusia merupakan objek konsumsi. Dan, melalui objek yang dikonsumsi tersebut, manusia akan menemukan makna beserta eksistensi dirinya.
Perihal ini dimanfaatkan para marketer untuk mencetak produk yang dinarasikan sebagai produk unggulan dan bisa memposisikan level tertentu pada kehidupan seseorang. Terciptalah kata BRANDED. Bermerek. Berkelas. Bukan merek ece-ece.
Lebih keren lagi, dimunculkan pula kata kolaborasi produk. Prakteknya tidak harus dilakukan sesama merek tangguh lainnya. Seniman, politisi, dan profesi top pun bisa digandeng para marketer untuk memainankan psikologi client atau user. Seperti yang terjadi pada minggu ini: peluncuran produk baru BTS Meal yang cukup menghebohkan dan sukses itu.
Sebenarnya, tidak ada yang istimewa dari isi paket peluncuran produk tersebut. Ia hanyalah paket McD yang ditambah saus cajun dan sweet chili. Namun, adanya nama grup penyanyi BTS Korsel yang tercetak pada meal box warna ungu, lucky color BTS, membuat para ARMY, sebutan fans fanatiknya, terhepnosis rela antri untuk memilikinya.
Sebagai garnis dari program marketing, beberapa pesohor kuliner pun ikut menikmati dan mengomentari sajian produk tersebut. Endingnya, Chef Arnold mengaku rela merogoh kocek hingga tiga juta demi bisa memiliki dan mencicipinya. Juga, Chef Renatta dan Chef Juna yang turut mengunggah experience journey mereka di medsos.
Sebuah konsep marketing yang apik dan sellable. Hotel dan Resto Anda pun, bisa melakukannya.
Moral story: seringlah belajar kelompok seperti waktu di bangku sekolah dulu.
TIM










