Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

BELAJAR DI TAMAN, MAHASISWA PARIWISATA UNHAS DISKUSIKAN INDIGENOUS TOURISM & ENTREPRENEURSHIP

Pariwisata

BELAJAR DI TAMAN, MAHASISWA PARIWISATA UNHAS DISKUSIKAN INDIGENOUS TOURISM & ENTREPRENEURSHIP

oleh Dirk Sandarupa

Makassar — Mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata Universitas Hasanuddin Kelas B mengikuti pembelajaran mata kuliah Bisnis & Kewirausahaan Pariwisata dalam suasana berbeda. Kegiatan perkuliahan dilaksanakan di taman kampus melalui diskusi santai bersama dosen pengampu, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE.

Mengangkat tema “Indigenous Tourism & Entrepreneurship”, kegiatan ini membahas hubungan antara pariwisata, kewirausahaan, kebudayaan lokal, pengetahuan masyarakat, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa kewirausahaan pariwisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi. Sebuah usaha pariwisata juga dapat menjadi sarana untuk mempertahankan identitas budaya, memberdayakan masyarakat lokal, melestarikan lingkungan, dan memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada wisatawan.

Dr. Dirk Sandarupa menjelaskan bahwa indigenous tourism entrepreneurship dapat dikembangkan melalui berbagai usaha berbasis masyarakat, seperti homestay tradisional, wisata kuliner lokal, kerajinan, pemanduan wisata budaya, pertunjukan seni, hingga pengalaman wisata yang melibatkan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Salah satu studi kasus yang dibahas adalah Arum Pala Resto & Hotel di Palanro, Kabupaten Barru. Usaha tersebut menjadi contoh pengembangan bisnis pariwisata yang mengangkat potensi kuliner, pelayanan, dan kearifan lokal Barru. Arum Pala tidak hanya menyediakan produk makanan dan akomodasi, tetapi juga memperkenalkan identitas lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui pengalaman yang khas.

Melalui studi kasus Arum Pala, mahasiswa mempelajari cara sebuah usaha lokal mengenali potensi daerah, membangun identitas produk, menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan wisatawan, serta mengembangkan usaha secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa budaya dan kearifan lokal bukan hanya daya tarik wisata, tetapi juga sumber pengetahuan dan inspirasi dalam membangun usaha yang kreatif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Pembelajaran di ruang terbuka menciptakan suasana yang lebih rileks dan komunikatif. Mahasiswa dapat menyampaikan pendapat, menghubungkan materi dengan berbagai contoh nyata, serta mendiskusikan peluang pengembangan usaha pariwisata berbasis budaya, khususnya di Sulawesi Selatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori bisnis dan kewirausahaan pariwisata, tetapi juga mampu melihat potensi lokal sebagai dasar untuk melahirkan gagasan usaha yang inovatif, bertanggung jawab, dan tetap menghormati masyarakat pemilik kebudayaan.

Diskusi santai di taman tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran kontekstual yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kepekaan terhadap nilai budaya dalam pengembangan pariwisata masa depan.

#PariwisataUnhas #BisnisPariwisata #KewirausahaanPariwisata #IndigenousTourism #TourismEntrepreneurship #ArumPala #KearifanLokal #PariwisataBerkelanjutan

 

=======-

 

LEARNING IN THE PARK: UNHAS TOURISM STUDENTS DISCUSS INDIGENOUS TOURISM AND ENTREPRENEURSHIP

by Dirk Sandarupa

Makassar — Class B students of the Undergraduate Tourism Study Program at Hasanuddin University experienced a different learning atmosphere during their Tourism Business and Entrepreneurship course. The class was held in the campus park through a relaxed discussion led by the course lecturer, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE.

Carrying the theme “Indigenous Tourism & Entrepreneurship,” the activity explored the relationship between tourism, entrepreneurship, local culture, community knowledge, and the sustainable use of regional potential.

During the discussion, students were encouraged to understand that tourism entrepreneurship is not solely oriented toward economic profit. Tourism businesses can also serve as a means of preserving cultural identity, empowering local communities, protecting the environment, and introducing local wisdom and values to visitors.

Dr. Dirk Sandarupa explained that indigenous tourism entrepreneurship can be developed through various community-based enterprises, including traditional homestays, local culinary tourism, handicrafts, cultural tour guiding, performing arts, and tourism experiences involving the daily lives of local communities.

One of the case studies discussed was Arum Pala Resto & Hotel in Palanro, Barru Regency. The business represents an example of tourism development that highlights Barru’s culinary potential, hospitality, and local wisdom. Arum Pala not only provides food and accommodation services but also introduces local identity to domestic and international tourists through distinctive experiences.

Through the Arum Pala case study, students learned how a local enterprise can identify regional potential, establish a strong product identity, adapt its services to tourists’ needs, and creatively develop its business without abandoning the community’s cultural values.

“Students need to understand that culture and local wisdom are not merely tourist attractions. They are also sources of knowledge and inspiration for developing creative and sustainable businesses that provide direct benefits to local communities,” he explained.

The outdoor learning environment created a more relaxed, interactive, and communicative atmosphere. Students were able to express their opinions, connect the course material with real-life examples, and discuss opportunities for developing culture-based tourism enterprises, particularly in South Sulawesi.

Through this activity, students are expected not only to understand the theories of tourism business and entrepreneurship but also to recognize local potential as a foundation for creating innovative and responsible business ideas that respect the communities to whom the culture belongs.

The relaxed discussion in the campus park formed part of a contextual learning approach that encouraged students to think critically and creatively while developing greater awareness of cultural values in shaping the future of tourism.

#HasanuddinUniversityTourism #TourismBusiness #TourismEntrepreneurship #IndigenousTourism #ArumPala #LocalWisdom #SustainableTourism