Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Ayi: Alumni SSEAYP yang Tidak Pernah Ketinggalan Reuni

Nippon Maru Corner

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ayi: Alumni SSEAYP yang Tidak Pernah Ketinggalan Reuni

Di kalangan keluarga besar IPY SSEAYP 1989, nama Ayi selalu identik dengan dua hal: profesionalisme dan kehadiran yang hampir mustahil dilewatkan dalam setiap reuni. Saat mengikuti program SSEAYP 1989, Ayi sudah bekerja di Harian Kompas, sebuah pencapaian yang pada masa itu membuat banyak teman memandangnya sebagai salah satu profesional muda yang paling matang di antara peserta lainnya.

Ketika sebagian peserta masih sibuk merancang masa depan, Ayi sudah terbiasa menghadapi tenggat waktu, rapat redaksi, dan dunia kerja yang penuh dinamika. Karena itulah banyak sahabatnya beranggapan bahwa Ayi memiliki kemampuan khusus.

“Kalau ada tugas mendadak, kasih saja ke Ayi.”

“Kenapa?”

“Karena sebelum kita selesai panik, dia sudah selesai mengerjakannya.”

Semua pun tertawa.

Setelah program SSEAYP berakhir, perjalanan hidup Ayi membawa kisah yang semakin menarik. Ia menikah dan kemudian menetap di Negeri Kincir Angin, Belanda. Di sana, ia kembali menunjukkan kualitas profesionalnya dengan berkarier di dunia perbankan. Dari ruang redaksi koran hingga dunia keuangan internasional, Ayi membuktikan bahwa kemampuan beradaptasi adalah salah satu kekuatan terbaik yang dimilikinya.

Namun ada satu hal yang tidak pernah berubah.

Kecintaannya terhadap keluarga besar SSEAYP.

Konon, jika ada reuni SSEAYP di mana pun lokasinya, Ayi hampir selalu hadir.

Jakarta? Hadir.

Kuala Lumpur? Hadir.

Singapura? Hadir.

Belanda? Sudah pasti hadir karena tuan rumahnya dekat.

Suatu hari seorang sahabat bertanya, “Ayi, kok bisa selalu datang ke reuni?”

Ayi hanya tersenyum.

Sebelum ia menjawab, seorang teman lain langsung menyela.

“Itu pertanyaan mudah.”

“Kenapa?”

“Karena rejeki Ayi dihitung dalam Euro, sementara kita masih dalam Rupiah!”

Ruangan pun langsung pecah oleh gelak tawa.

Malam itu semua sepakat bahwa ada tiga hal yang tidak pernah berubah sejak SSEAYP 1989: persahabatan yang tulus, semangat untuk terus berkumpul, dan Ayi yang selalu berhasil menemukan jalan menuju lokasi reuni, sejauh apa pun jaraknya.

=======

Ayi: The SSEAYP Alumna Who Never Misses a Reunion

Among the IPY SSEAYP 1989 family, Ayi is known for two things: professionalism and an almost legendary commitment to attending reunions. When she joined SSEAYP 1989, Ayi was already working for Kompas, one of Indonesia’s most respected newspapers. At a time when many participants were still planning their careers, she was already building one.

Because of her work experience, many of her friends viewed her as one of the most mature young professionals in the delegation.

“If there’s an urgent task, just give it to Ayi.”

“Why?”

“Because before we finish worrying about it, she’ll already have it done.”

Everyone laughed.

After the SSEAYP program ended, Ayi’s life journey became even more interesting. She got married and eventually moved to the Netherlands, the famous Land of Windmills. There, she continued to demonstrate her professionalism by building a successful career in the banking industry.

From a newspaper newsroom to the world of international finance, Ayi proved that adaptability is one of her greatest strengths.

Yet one thing never changed.

Her love for the SSEAYP family.

Legend says that whenever an SSEAYP reunion is organized, Ayi somehow manages to be there.

Jakarta? Present.

Kuala Lumpur? Present.

Singapore? Present.

The Netherlands? Of course—almost a home game.

One day, a friend asked, “Ayi, how do you always manage to attend every reunion?”

Ayi simply smiled.

Before she could answer, another friend interrupted.

“That’s an easy question.”

“Why?”

“Because Ayi earns in Euros while the rest of us are still calculating in Rupiah!”

The room immediately burst into laughter.

That evening everyone agreed that three things have never changed since SSEAYP 1989: sincere friendship, the desire to stay connected, and Ayi’s remarkable ability to find her way to every reunion, no matter how far away it may be.