ACGS
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) melalui para Menteri Keuangan dan Asean Capital Market Forum (ACMF) telah memutar haluan dari focusing harmonisasi aturan dan regulasi menjadi pengalihan isu-isu yang lebih strategis untuk mencapai integrasi yang lebih besar dari pasar modal sebagai blue print Kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Mitra Asian Development Bank (ADB) dengan ACMF telah menuai banyak hasil bermanfaat dengan menerbitkan Kartu Skor Tata Kelola Perusahaan di ASEAN yang merupakan salah satu keberhasilan nyata dari kemitraan tersebut. Kartu Skor itu dikenal dengan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS). Bermakna, sebuah penilaian Corporate Governance dengan menggunakan suatu tolak ukur atau parameter pengukuran praktik tata kelola perusahaan yang disepakati oleh ACMF. Dengan kata lain, inilah Good Corporate Governance (GCG) level ASEAN.
ACGS menyediakan metodologi yang ketat dengan tolok ukur yang berhadapan langsung dengan internasional best practice – termasuk didalamnya: Organisasi Kerjasama Ekonomi dan prinsip-prinsip pengembangan tata kelola perusahaan. ACGS bertujuan untuk menilai kinerja tata kelola perusahaan publik yang telah listing di Bursa Efek (terbuka/tbk) atau dikenal dengan Publicly Listed Companies (PLC) di enam negara anggota ASEAN yang berpartisipasi saat ini.
Metodologi umum ini memberikan investor asing dan manajer dana eksternal sebanding dengan informasi dasar sebagai proses pengambilan keputusan investasi mereka. ACGS juga menyediakan jaminan kepada investor asing bahwa tata kelola perusahaan merupakan agenda prioritas di kawasan ASEAN.
Ketika hubungan antara tata kelola perusahaan dan laba perusahaan tergolong inconclusive atau disclaimer, tampak bahwa perusahaan yang buruk tata kelolanya telah membawa arti negative bagi kepercayaan para investor. Pada giliran selanjutnya, tentu perihal ini akan berakibat pada menurunnya investasi di negara tersebut.
ACGS tidak hanya membandingkan kerangka kerja tata kelola perusahaan berdasarkan pada internasional best practice semata, namun ia juga memainkan peran berarti dan berkontribusi untuk pembentukan norma-norma internasional berikut best practice-nya. Seiring dengan berjalannya waktu, ACGS dapat memberikan analisis tren kinerja tata kelola perusahaan terbuka (tbk) yang tergabung di level ASEAN. Tentunya, ini sangat berguna bagi pemerintah, regulator, organisasi nirlaba, dan sektor swasta untuk memastikan peningkatan standar tata kelola perusahaan mereka.
Semoga bermanfaat.










