Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Mahasiswa KKN-T Desa Wisata UNHAS 116 Hadirkan Papan Penanda Wilayah dan Wisata di Kelurahan Nonongan Utara

Pariwisata

Mahasiswa KKN-T Desa Wisata UNHAS 116 Hadirkan Papan Penanda Wilayah dan Wisata di Kelurahan Nonongan Utara

oleh Dirk Sandarupa

Toraja Utara– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Desa Wisata Universitas Hasanuddin (UNHAS) Gelombang 116 melaksanakan program kerja berupa pemasangan papan penanda wilayah dan papan penanda wisata di Kelurahan Nonongan Utara, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara pada tanggal 4–5 Agustus 2026.

Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan Desa Wisata melalui penyediaan informasi yang memudahkan masyarakat maupun wisatawan dalam mengenali wilayah administratif serta mengakses lokasi-lokasi yang memiliki potensi wisata. Kelurahan Nonongan Utara sendiri merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T UNHAS 116 memasang papan penanda pada lima lingkungan yang ada di Kelurahan Nonongan Utara, yaitu Lingkungan Maruang, Lingkungan Lion, Lingkungan Kadundung, Lingkungan Tambolang, dan Lingkungan Tanete. Papan penanda tersebut bertujuan untuk memberikan identitas yang jelas bagi setiap lingkungan sehingga memudahkan masyarakat, tamu, maupun instansi terkait dalam mengenali batas dan lokasi wilayah administratif. Selain itu, keberadaan papan penanda diharapkan dapat meningkatkan kerapian tata wilayah serta mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.

Tidak hanya itu, tim KKN juga memasang papan penanda pada tongkonan yang memiliki potensi sebagai objek wisata budaya di Kelurahan Nonongan Utara. Tongkonan yang diberikan penanda meliputi Tongkonan Tete, Tongkonan Batu Rongko’, Tongkonan Se’pon, Tongkonan Buntu Matallo, Tongkonan Siguntu’, dan Tongkonan Buntu Lion. Pemasangan penanda ini bertujuan untuk mempermudah wisatawan dalam menemukan lokasi destinasi, memperkenalkan kekayaan budaya Toraja kepada masyarakat luas, serta mendukung upaya promosi potensi wisata lokal agar lebih dikenal dan memiliki daya tarik yang lebih tinggi.

Sebagai pelengkap, mahasiswa KKN-T UNHAS 116 juga memasang papan penunjuk arah menuju Kantor Kelurahan Nonongan Utara. Penanda arah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pengunjung yang datang dari luar daerah dalam menemukan lokasi kantor kelurahan dengan lebih mudah, sekaligus meningkatkan aksesibilitas terhadap pelayanan pemerintahan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Desa Wisata UNHAS 116 berharap keberadaan papan penanda wilayah, penanda objek wisata, dan penunjuk arah dapat menjadi sarana informasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kelurahan Nonongan Utara. Program ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan memperkuat identitas wilayah sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Toraja Utara.

 

======-

 

Hasanuddin University’s 116th Tourism Village KKN-T Students Install Administrative and Tourism Signboards in North Nonongan

by Dirk Sandarupa

North Toraja – Students participating in the 116th Thematic Community Service Program (KKN-T) on Tourism Villages at Hasanuddin University (UNHAS) carried out a work program involving the installation of administrative and tourism signboards in North Nonongan Subdistrict, Sopai District, North Toraja Regency, on August 4–5, 2026.

The program represents a concrete contribution to tourism village development by providing clear information to help local residents and visitors identify administrative areas and access sites with tourism potential. North Nonongan is one of the administrative areas located in Sopai District, North Toraja Regency.

As part of the program, the students installed signboards in five neighborhood areas within North Nonongan: Maruang, Lion, Kadundung, Tambolang, and Tanete. The signs provide each neighborhood with a clear identity, making it easier for residents, visitors, and relevant institutions to recognize administrative boundaries and locations. Their presence is also expected to improve spatial organization and support more effective public services.

In addition, the team installed signs at several tongkonan traditional houses with the potential to become cultural tourism attractions in North Nonongan. These included Tongkonan Tete, Tongkonan Batu Rongko’, Tongkonan Se’pon, Tongkonan Buntu Matallo, Tongkonan Siguntu’, and Tongkonan Buntu Lion.

The installation of these signs is intended to help visitors locate the cultural attractions, introduce the richness of Torajan heritage to a broader audience, and support efforts to promote local tourism assets so they can gain greater recognition and appeal.

To complement the program, the students also installed a directional sign leading to the North Nonongan Subdistrict Office. The sign is expected to assist residents and visitors from outside the area in locating the office more easily while improving access to local government services.

Through this initiative, the students hope that the administrative area signs, tourism attraction signs, and directional signs will serve as useful sources of information for the community and provide a more convenient experience for visitors to North Nonongan.

The program is also expected to support the development of culture-based tourism and strengthen North Nonongan’s identity as one of the potential tourism destinations in North Toraja Regency.